RSS

INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

20 Mei

Kualitas hasil penelitian dipengaruhi oleh kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Sehingga peneliti itu harus divalidasi seberapa jauh ia siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.

Teknik pengumpulan data merupakan lanhkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Dilihat dari settingnya, data dikumpulkan pada setting alamiah. Bila dari sumber datanya, pengumpulan data menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Dilihat dari segi cara maka dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan gabungan keempatnya.

Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

            Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Macam-macam observasi yaitu

  1. Observasi partisipatif

Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan, dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka. Observasi ini digolongkan menjadi partisipasi pasif, partisipasi moderet, observasi yang terus terang atau tersamar, dan observasi lengkap.

  1. Observasi terus terang atau tersamar

Peneliti menyatakan terus terang kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian.

  1. Observasi tak berstruktur

Observasi ini dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Peneliti dapat melakukan pengamatan bebas.

Observasi bermanfaat agar peneliti memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, mendapatkan pengalaman langsung, melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, menemukan hal-hal yang tidak akan terungkapkan oleh responden dalam wawancara, menemukan hal-hal diluar persepsi responden, memperoleh kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi sosial yang diteliti. Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yaitu tempat, pelaku, dan aktivitas, space, obyek, act, event, time, goal, dan feeling. Tahapan observasi yaitu

  1. Observasi deskriptif dilakukan saat memasuki situasi sosial sebagai obyek penelitian.
  2. Observasi terfokus dilakukan saat analisis taksonomi
  3. Observasi terseleksi dilakukan setelah peneliti menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci.

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Teknik pengumpulannya berdasar pada laporan tentang diri sendiri atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan keyakinan pribadi. Dalam penelitian kualitatif sering menggabungkan teknik observasi partisipatif dengan wawancara mendalam.

Macam-macam wawancara yaitu

  1. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila telah mengetahui informasi yang akan diperoleh.
  2. Wawancara semiterstruktur digunakan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.
  3. Wawancara tak terstruktur digunakan saat penelitian pendahuluan atau malahan penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti.

 Langkah-langkah wawancara dalam penelitian kualitatif yaitu

  1. Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
  2. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
  3. Mengawali atau membuka alur wawancara
  4. Melangsungkan alur wawancara
  5. Mengkonfirmasikan ihtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
  6. Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan
  7. Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara yaitu

  1. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
  2. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
  3. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
  4. Pertanyaan tentang pengetahuan
  5. Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
  6. Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi.

 Alat-alat wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.

Dokumen adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Teknik pengumpulan data dengan dokumen akan lebih kredibel bila didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, sekolah, tempat kerja, masyarakat, dan autobiografi. Akan tetapi tidak semua dokumen memiliki kredibel yang tinggi.

Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi teknik adalah peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.

Disadur dari buku Prof.Dr.Sugiyono

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , , , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.319 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: