RSS

Arsip Tag: partenokarpi

Pembahasan – Salak Pondoh Partenokarpi


1. Pengertian Partenokarpi

Partenokarpi adalah proses terbentuknya buah tanpa biji karena tidak terjadi penyerbukan sehingga tidak ada pembuahan. Menurut Purnamaningsih (2008) bahwa buah partenokarpi bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas yang lebih baik. Keuntungan dari buah partenokarpi yaitu (1) produksi buah stabil walau dalam linkungan yang tidak menguntungkan, (2) produktivitas meningkat, (3) memperbaiki kualitas buah, (4) buah tanpa biji merupakan salah satu sifat yang diinginkan oleh konsumen pada tanaman buah-buahan.

2. Proses Pembentukan Partenokarpi

a. Partenokarpi alami

Partenokarpi dapat terjadi secara alami (genetik) pada beberapa jenis tanaman saja (terbatas). Partenokarpi dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu obligator dan fakultatif. Partenokarpi disebut obligator apabila terjadi secara alami (genetik) tanpa adanya pengaruh dari luar. Hal ini dapat terjadi karena tanaman tersebut secara genetik memiliki gen penyebab partenokarpi, misalnya pada tanaman pisang yang kebanyakan triploid. Tanaman triploid ini memiliki mekanisme penghambatan perkembangan biji atau embrio sejak awal, sehingga buah yang terbentuk tanpa biji. Sedangkan partenokarpi fakultatif terjadinya karena ada faktor/pengaruh dari luar, misalnya pada tanaman tomat dapat terjadi pembentukan buah partenokarpi pada suhu dingin atau suhu panas (Sutini, 2008).

b. Partenokarpi buatan

Partenokarpi buatan bisa diperoleh melalui aplikasi zat pengatur tumbuh pada kuncup bunga, penyerbukan dengan polen inkompatibel atau penyerbukan dengan polen yang telah diradiasi sinar X. Cara ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi dan tenaga kerja yang banyak (Purnamaningsih, 2008).

c. Cara Kerja Salak Pondoh Partenokarpi

1. Bahan Tanaman

     Biji salak pondoh tua (berwarna cokelat) diperoleh dari desa Sleman, muntilan, Yogyakarta.

2. Metode

Transformasi gen adalah proses dimana DNA asing dimasukkan ke dalam sel tanaman. Memasukkan informasi genetik “asing” ke dalam sel tanaman dimaksudkan untuk membantu menghilangkan hambatan yang terjadi pada proses reproduksi melalui perkawinan. Penelitian yang dilakukan oleh Pardal dan kawan-kawan adalah Optimasi transformasi genetik melalui Agrobacterium tumefaciens.

  1. Eksplan embrio tua yang telah steril dipotong menjadi dua
  2. Memasukkan eksplan embrio ke dalam tabung corning 50 ml yang telah diisi suspensi A. tumefaciens strain EHA 105. Strain ini berisi plasmid pCambia 1301 yang mengandung gengus (gen penanda) pada bagian T-DNA.
  3. Perlakuan transformasi menggunakan kerapatan bakteri 1,0 yang setara dengan 1×108 sel/ml.
  4. Menginokulasi campuran eksplan embrio dan A. tumefaciens selama 60 menit shaker (kecepatan 50 rpm)
  5. Mengko-kultivasi selama 28 hari setelah inokulasi. Proses ko-kultivasi pada biji salak pondoh tergolong lama karena merupakan tumbuhan monokotil, berbeda dengan tumbuhan dikotil.
  6. Menguji ekspresi gengus dengan uji transient setelah ko-kultivasi. Hasil uji gus diamati dengan mikroskop binokuler untuk melihat ada tidaknya bintik biru pada eksplan. Uji gus dinyatakan positif bila terdapat bintik biru pada jaringan eksplan. Makin banyak bintik biru yang teramati, makin efektif proses transformasi.
  7. Embrio bagian bawah tempat tumbuhnya akar ditumbuhi A.tumefaciens karena A. tumefaciens merupakan bakteri patogen tanah sehingga cenderung menginfeksi bagian akar tanaman.
  8. Mencuci embrio hasil inokulasi A. tumefaciens yang telah ditumbuhi koloni bakteri dan mensubkultur pada media regenerasi untuk menginduksi tunas maupun planlet.
  9. Tunas yang diperoleh sebanyak 26 tunas dari 54 kalus yang dihasilkan dari 60 eksplan embrio tua salak pondoh bagian bawah.
  10. Memindahkan tunas ke media perakaran ½ MS (Murashige dan Skoog 1962) + IBA 1 mg/l (zat pengatur tumbuh golongan auksin).
  11. Setelah ditumbuhkan maka tumbuhlah akar pada bagian pangkal tunas dan kuncup daun mekar atau membuka.
  12. Selanjutnya mengaklimatisasi planlet ke media tanah dalam pot di rumah kaca/lapang untuk mendapatkan tanaman yang sempurna.

 

Agrobacterium tumefaciens

gambar transformasi A. tumefaciens

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Juni 2011 in Bioteknologi

 

Tag: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.161 pengikut lainnya.