RSS

Arsip Tag: virus DNA

Virus DNA


Virus merupakan mikroorganisme yang sangat hiperaktif jika berada di alam sel inangnya. Virus terdiri dari dua jenis, yaitu virus yang hanya memiliki asam nukleat berupa DNA dan RNA. Dalam hal ini cuma membahas mengenai virus DNA

Jenis-jenis Virus DNA

Virus DNA dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok. Kelompok pertama Papovirus, Adenovirus, dan Herpesvirus. Genom virus kelompok ini ditranskripsi dan direplikasi di dalam nukleus sel. Oleh karena itu, dapat menggunakan enzim inang. Kelompok kedua adalah Poxvirus. Proses transkripsi Poxvirus terjadi di sitoplasma. Proses transkripsi memerlukan enzim virus. Kelompok ketiga adalah Parvovirus. Virus terasosiasi adeno memerlukan adenovirus atau virus herpes simpleks untuk perbanyakannya. Tanpa virus penolong, genom hanya terintegrasi ke genom inang tetapi tidak tereskpresikan. Kelompok keempat adalah virus hepadna (Anonim, 2010).

Kebanyakan virus DNA berisi genom tunggal dsDNA linier. Anggota Papovirus (poliomavirus dan papilomavirus) memiliki genom dsDNA sirkuler. dsDNA menyediakan template untuk mRNA dan transkripsi mandiri. Protein struktural menyusun kapsid Papovirus. Selain itu terdapat 5-6 protein nonstruktural yang berpern dalam transkripsi, replikasi, dan transformasi. ssDNA linier 4-6 kb pada famili parvovirus yang terdiri atas Parvovirus, eritrovirus, dan dependovirus. Virion berisi 2-4 jenis protein struktural yang dikode dari gen yang sama. Virus terasosiasi-adeno (AAV) tidak mampu menghasilkan virion anakan, kecuali terdapat virus penolong (virus herpes atau virus adeno) pada sel inang. ssDNA hanya dijumpai pada famili circovirus dan berisi 1,7-2,3 kb. Famili Circovirus merupakan virus autonom terkecil. Kapsid isometrik berdiameter 17 nm dan terdiri atas 2 jenis protein (Anonim, 2010).

Virus DNA tak berselubung misalnya Adenovirus, Papovirus, Poliomavirus dan Parvovirus. Sedangkan virus lain merupakan virus terselubung yang terdiri dari protein dan lipid.

Jenis-jenis famili virus yang menginfeksi manusia. +: pita sense; -: pita antisense; ±: pita ganda; C: jumlah kapsomer

Ciri-ciri Virus DNA

a. Parvoviridae (IHHN-VIRUS)

Parpoviridae merupakan kelompok kecil dari seluruh virus (18-21 nm), tak berselubung dengan suatu genom linear untai tunggal (Rainbie, 2009).   Virionnya ikosahedral, terdiri dari 32 kapsomer. Komposisi DNA (20%) dan          protein (80%), terdiri dari dua selubung protein, inang parvovirus adalah     pinaeidae (keluarga udang) dan pembawa lain adalah udang laut    (Elizabeth,2009).

b. Papovaviridae

Sub familinya poliomavirus JC dan BK. Virus JC dapat menyebabkan suatu           infeksi neurologis berat pada penderita dengan gangguan kekebalan tubuh.         Human papillomavirus (HPV) membentuk suatu pengelompokkan virus DNA        kuboid tak berselubung yang besar (Rainbie, 2009). Berkembang dalam inti sel       dan tahan terhadap eter (Suherman, 2010). Virus HPV merupakan virus yang         dapat menyebabkan kutil atau pertumbuhan sel yang tidak normal (displansia)       atau di sekitar leher rahim atau dubur yang dapat menyebabkan kanker leher            rahim atau dubur. HPV berbentuk ikosahedral dengan ukuran 55 nm, memiliki       72 kapsomer dan 2 protein kapsid, yaitu L1 dan L2. Virus ini bersifat mutagen,      (Thoma, 2010).

c. Adenoviridae

Virus ini tak berselubung, berbentuk bulat diameter 70-90 nm, stabil pada suhu      4-360°C, dan mati pada suhu 56°C (Suherman, 2010). Replikasinya terjadi di      nukleus. Virus ikosahedral tak berselubung dengan suatu genom DNA untai            ganda. Adenovirus tipe 1, 2, 3, 4, 5, dan 7 menyebabkan pneumonia pada anak-anak. Serotipe 40 dan 41 menyebabkan diare akut sedangkan serotipe 3         dan 7a menyebabkan demam berdarah (Rainbie, 2009).

d. Hepadnaviridae

Virus hepatitis B (HBV) berselubung kecil dengan suatu nukleokapsid        ikosahedral. Infeksi yang menetap menyebabkan penyakit hepatitis kronis atau        bahkan karsinoma hepatoseluler (Rainbie, 2009).

e. Poxviridae

Merupakan virus terbesar (350×400 nm) dan paling kompleks dari virus yang ada. Orthopoxvirus meliputi cacar, cacar monyet dan cacar sapi (Rainbie,  2009).

f. Herpesviridae

Virus ini merupakan virus berselubung dengan suatu nukleokapsid ikosahedral.      Berrkembang biak dalam inti sel, dan ukuran 100-150 nm. Terdapat lima   macam herpes karena virus yaitu herrpes simplek, herpes zooster, varicella, sitomegalovirus, dan virus epstein barr (Suherman, 2010).

g. Cauliflower mosaic virus

Salah satu kelompok virus tumbuhan yang mempunyai genom untai ganda adalah genus Caulimovirus dan salah satu spesiesnya adalah Cauliflower Mosaic virus (CaMV). CaMV mempunyai genom berbentuk lingkaran  mempunyai satu celah (gap) pada salah satu untai (strand) DNA dan dua celah       pada untai komplemen DNA. Tahapan replikasi virus CaMV (1) virion masuk    ke sitoplasma dan terjadi pelepasan subunit protein selubung virus (uncoating)            (2) genom dsDNA masuk ke inti membentuk mikromosom (3) dalam inti sel,   DNA itu di transkripsi menghasilkan RNA (4) RNA dari dalam inti ditransfer        ke sitoplasma untuk translasi protein yang dibutuhkan untuk replikasi dan     patogenesis tanman (5) RNA 35 s hasil transkripsi di transfer ke sitoplasma       dan digunakan sebagai tempat untuk membentuk genom virus baru melalui       transkripsi balik.

Proses Replikasi Virus DNA

Virus DNA hewan, proses transkripsi dan translasi tidak digabungkan. Kecuali untuk Poxvirus transkripsi terjadi pada inti dan terjemahan dalam sitoplasma. Umumnya, transkrip primer, yang dihasilkan oleh RNA polimerase II, lebih besar daripada mRNA ditemukan pada ribosom, dan dalam beberapa kasus, sebanyak 30% dari RNA ditranskripsi tetap diterjemahkan dalam nukleus. Para utusan virus, bagaimanapun, seperti sel-sel hewan, yang monocistronic. Transkripsi memiliki organisasi temporal, dengan virus DNA yang paling hanya sebagian kecil dari genom ditranskripsi menjadi utusan awal. Sintesis protein awal adalah langkah awal penting dalam replikasi DNA virus. Setelah sintesis DNA, sisa genom ditranskripsi menjadi utusan terlambat. Virus kompleks memiliki gen awal langsung, yang dinyatakan di hadapan inhibitor sintesis protein, dan tertunda gen awal, yang membutuhkan sintesis protein untuk berekspresi. Regulasi dilakukan oleh protein hadir dalam virion, atau ditentukan oleh gen virus atau selular, berinteraksi dengan urutan peraturan di ujung 5 ‘gen. Urutan ini dapat menanggapi di trans untuk produk yang dihasilkan oleh gen lain dan bertindak dalam cis pada gen yang terkait. Kelas yang berbeda mungkin gen ditranskripsi dari untai DNA yang berbeda dan oleh karena itu dalam arah yang berlawanan misalnya polyomaviruses. Transkrip dapat menjalani proses pasca-transkripsi sehingga urutan intervensi yang tidak penting akan dihapus. Modus replikasi adalah semikonservatif tetapi sifat intermediet replikatif tergantung pada cara replikasi. Beberapa metode replikasi virus DNA sebagai berikut :

A. Adenoviruses

Adenovirus menunjukkan replikasi asimetris, yang memulai pada 3 ‘akhir dari salah satu untaian menggunakan primer protein. Untai untai tumbuh menggantikan yang sudah ada sebelumnya dari polaritas yang sama dan membangun sebuah molekul dupleks lengkap. Untai pengungsi pada gilirannya ulangan dengan cara yang sama setelah menghasilkan struktur yang menjulur oleh pasangan pengulangan terminal terbalik.

B. Herpesvirus B

Herpesvirus memiliki genom linier dengan mengulangi terminal. Pada mencapai inti, berakhir terminal menjalani terbatas pencernaan exonucleotic dan kemudian pasangkan untuk membentuk lingkaran. Replikasi diperkirakan berlangsung melalui mekanisme lingkaran bergulir, dimana concatemers terbentuk. Selama pematangan, unit-panjang molekul dipotong dari concatemers.

C. Papovaviruses

DNA dari papovaviruses adalah lingkaran dan replikasi adalah dua arah dan simetris, melalui intermediet siklik.

D. Parvoviruses

Replikasi parvoviruses beruntai tunggal dimulai ve dan-ve stranded DNA + ketika dari partikel parvovirus berbeda datang bersama untuk membentuk sebuah molekul DNA beruntai ganda dari yang transkripsi dan replikasi berlangsung.

E. Poxviruses

Ciri mencolok dari DNA poxvirus adalah bahwa kedua untai komplementer bergabung. Intermediet replikatif, hadir dalam sitoplasma, yang concatemers khusus berisi pasang genom tersambung baik kepala ke kepala atau ekor ekor.

F. Hepadnaviruses

Hepatitis B virus mempekerjakan transkripsi balik untuk replikasi. Genom terdiri dari DNA sirkuler untai ganda sebagian dengan untai negatif yang lengkap dan untai positif tidak lengkap. Saat memasuki sel, untai positif selesai dan ditranskripsi. Transkrip RNA yang pada gilirannya reverse-ditranskripsi menjadi DNA oleh enzim virus dalam beberapa langkah, berikut erat model retrovirus, termasuk melompat dari untai positif baru lahir dari satu ulangi langsung (DR) yang lain.

G. Cauliflower mozaik virus

Replikasi melibatkan transkripsi kebalikan dari suatu RNA intermediet.

Penyakit dan Manfaat yang diberikan oleh Virus DNA

  • Pavoviridae. Ada 2 tipe virus yaitu parvo virus tipe jantung dan tipe alat pencernaan.      Serangan parvovirus tipe alat pencernaan akan menunjukan gejala antara lain   penderita menjadi sangat depresif, nyeri perut serta sering muntah dan mencret   (kadang berak berwarna merah darah) dan baunya sangat menusuk. Gejala akibat serangan Parvovirus tipe jantung, antara lain radang otot jantung       (Myocarditis) yang sangat fatal disertai timbunan cairan didalam paru-paru       (hydrothorax). Virus tipe ini akan menyebabkan kematian yang sangat cepat    dan mendadak, terutama pada anjing yang umur 5- 6 minggu (Yanti, 2009).
  • Papovaviridae. Human Papilloma virus menimbulkan penyakit kanker leher rahim; kutil pada tangan dan kaki; masalah pada mulut, lidah, dan bibir; kanker penis; dan displansia pada dubur.
  • Adenoviridae. Penyakit akut infeksi pernafasan atas dengan demam dan hidung meler, radang otak, peradangan lambung dan usus, radang kelenjar getah bening di perut, suatu jenis gangguan usus (Anonim, 2010)
  • Hepadnaviridae. Contohnya Hepatitis B
  • Herpesviridae.Contohnya Cacar
  • Poxviridae. Contohnya Cacar sapi, cacar monyet, dan acar kelinci.

Manfaat yang diberikan oleh virus

  • Pembuatan vaksin (mikroorganisme yang dilemahkan imatikan sehingga sifat patogenitasnya hilang, tetapi sifat antigenitasnya tetap)
  • Pembuatan peta kromosom
  • Pembuatan interferon dari virus melalui rekayasa genética
  • Bakteri yang mengandung Profage bermanfaat untuk pengobatan berbagai macam penyakit.
  • Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu, misalnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.
  • Virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Februari 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.300 pengikut lainnya.