RSS

Bagaimana Sel Melepaskan Energi yang Tersimpan?

28 Mar

Semua aktivitas tubuh makhluk hidup membutuhkan energi, bahkan proses mendapatkan energi pun membutuhkan energi. Kebutuhan energi bagi aktivitas tubuh disuplay dari aktivitas metabolisme yang disebut dengan respirasi. Proses respirasi terjadi pada tingkat seluler yakni pada organel mitokondria. Proses respirasi ini dapat pula dikatakan sebagai meknisme sel dalam melepaskan energi dari substrat.

Terdapat dua jalur utama sel dalam melepaskan energi bagi aktivitas tubuh, yaitu:
1. Jalur anaerobik:
Jalur ini mengawali proses evolusi (dialah yang muncul saat bumi terbentuk), tidak memerlukan oksigen, dimulai dengan glikolisis pada sitoplasma, dan berakhir di sitoplasma. contohnya Archaeobacteria, metanogen.
2. Jalur aerobik:
Jalur ini mengalami evolusi setelah jalur anaerobik, memerlukan oksigen, dimulai dengan glikolisis pada sitoplasma, dan berakhir di mitokondria.

Peran Koenzim:
a. NAD+ dan FAD menerima elektron dan hidrogen
b. menjadi NADH dan FADH2
c. membawa elektron dan hidrogen ke rantai transfer elektron

Glikolisis berlangsung dalam dua tahap yaitu:
a. tahap yang membutuhkan energi
glukosa dan turunan berkarbon 6 yang diaktivasi energi ATP
2 ATP yang digunakan
b. tahap yang melepaskan energi
produk pada bagian pertama dibagi menjadi molekul piruvat berkarbon tiga, membentuk ATP dan NADH
2 NADH dibentuk dan 4 ATP dibentuk
Hasil bersih: 2 ATP dan 2 NADH

Reaksi Tahap Kedua
a. Reaksi Persiapan
Piruvat dioksidasi menjadi unit-unit asetil berkarbon dua dan karbondioksida, NAD+ direduksi
B. siklus Krebs
Unit-unit asetil dioksidasi menjadi karbondioksida, NAD+ dan FAD direduksi

Siklus Krebs
Keseluruhan Reaktan: asetil-Koa, 3 NAD+, FAD, ADP dan Pi
Keselurhan hasil: koenzim A, 2 CO2, 3 NADH, FADH2, dan ATP

Hasil tahap Kedua
a. semua molekul karbon dalam piruvat berakhir dengan CO2
b. Koenzim direduksi (molekul ini mengambil elektron dan hidrogen)
c. satu molekul ATP terbentuk
d. oksaloasetat berkarbon empat dihasilkan

Reduksi Koenzim selama dua tahap pertama
a glikolisis 2 NADH
b. reaksi persiapan 2 NADH
c. Siklus krebs 2 FADH2 + 6 NADH
Total 2 FADH2 + 10 NADH

Fosforilasi Transfer Elekttron
a. terjadi di dalam mitokondria
b. Koenzim membawa elektron ke rantai transfer elektron
c. transfer elektron membentuk gradien ion H+
d. aliran H+ menuruni gradien mendorong pembentukan ATP

Kepentingan Oksigen
a. Fosforilasi transpor elektron membutuhkan adanya oksigen
b. pengeluaran O2 mengirim elektron dari rantai transpor elektron, kemudian menggabungkannya dengan H+ untuk membentuk air

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Maret 2011 in Biokimia

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: