RSS

Motivasi

30 Mar

Proses belajar mengajar merupakan inti pelaksanaan pendidikan di sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru. Guru yang efektif dan kreatif akan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan. Suasana yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi siswa. Apakah motivasi itu sangat penting buat siswa??

Motivasi merupakan keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan atau keinginan tertentu. Motivasi terbagi atas dua jenis, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal ini muncul dari dalam diri individu yang mampu menyemangati dirinya untuk berbuat tanpa rangsangan dari luar. Sedangkan motivasi eksternal merupakan rangsangan dari luar atau pengaruh lingkungan.

Seorang guru harus mampu memotivator siswa untuk belajar. Untuk memotivator siswa dapat menggunakan variasi dalam pembelajaran, apakah dari segi teknik, taktik, pendekatan, dan metode pembelajaran. Guru tentulah tahu apa kekurangan mengajarnya saat itu. Guru harus mengubah paradigma belajarnya, berinovasilah di kelas.

Guru dalam hal ini termasuk pemberi motivasi eksternal. Motivasi eksternal bisa timbul akibat adanya berupa ajakan, suruhan, dan paksaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membangkitkan motivasi siswa belajar yaitu:

  • Menciptakan persaingan (kompetisi). Menciptakan kompetisi perlu berhati-hati jangan sampai menimbulkan pertengkaran, permusuhan, atau perpecahan antar siswa.Oleh karena itu, guru mesti menghindari pilih kasih atau membanding-bandingkan antar siswa.
  • Menciptakan tujuan atau target. Tujuan pembelajaran harus jelas dan ditulis di papan tulis, supaya siswa mengetahui apa yang perlu diperbuat untuk pertemuan itu. Untuk merumuskan tujuan harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: realistis (tujuan dapat dicapai oleh semua siswa), menantang (membangkitkan semangat untuk beraktivitas), berbatas waktu, spesifik (khusus dan jelas mudah dimengerti), dan terukur (pemberian evaluasi disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, sehingga mengetahui tujuan tersebut telah tercapai atau tidak).
  • Memberi kesempatan untuk berhasil. Guru harus objektif, jujur, dan adil dalam memberi kesempatan siswa untuk berhasil.
  • Mengadakan penilaian. Siswa cenderung terpacu untuk belajar apabila ia tahu akan ada ujian.
  • menghargai usaha siswa. Manusia cenderung termotivasi jika dihargai, dihormati, dan diakui. sekecil apapun usaha siswa, tetaplah memberi penghargaan untuknya yang dibarengi kritikan membangun.
  • memberikan pujian atau hadiah

Sumber: Sukadi (Guru Powerful Guru Masa Depan)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2011 in Pembelajaran

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: