RSS

Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Jepang

01 Apr

Sebelum Bencana Tsunami

Radiasi merupakan pergerakan energi melalui media atau melalui ruang yang dapat diserap oleh benda lain, termasuk manusia. Radiasi terjadi karena terpancarnya energi dari suatu sumber yang bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah. Radiasi itu dapat berasal dari gelombang radio. gelombang tv, gelombang handphone, senjata nuklir, reaktor nuklir, zat radioaktif, cahaya inframerah, cahaya tampak, dan sinar UV.

Sebagai contoh radiasi yaitu dari reaktor nuklir di instalasi Daichi, Prefektur Fukushima. Salah satu reaktornya bocor mencapai 400 mikrosiverts perjam merupakan empat kali dari batas radiasi aman bagi tubuh manusia.  tingkat radiasi sangat tinggi dan berpotensi merusak kesehatan manusia. Paparan zat radiaktif ini dapat memicu gangguan kesehatan misalnya rambut rontok, matinya sel syaraf, kejang dan kematian mendadak, gangguan peredaran darah, penyakit jantung, serta kerusakan sistem reproduksi.

Dengan adanya paparan zat radioaktif, warga Jepang diungsikan sekitar 20 km dari sumber reaktor nuklir dengan menutup semua ventilasi dan tidak keluar rumah. Untuk pencengahan, warga Jepang telah diberikan pil potassium iodide dan masker penutup hidung di zona bahaya. Wah, ngebayangin aja tidak keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Tapi, salut untuk warga Jepang, mereka dengan tenang dan tertib dalam segala kondisi.

Reaktor Nuklir Daichi Fukushima Jepang setelah bencana Tsunami

Radiasi Nuklir ini telah mencemari air tanah yang merembes hingga ke sungai dan terminum. Bahkan makanan pun misalnya sapi potong terdapat kandungan cesium, partikel radioaktif. Radioaktif cesium bisa bersarang dalam tubuh dan dapat mengakibatkan beberapa jenis kanker. Zat tersebut masih banyak ditemukan di dataran Jerman, Austria dan Prancis, 25 tahun setelah tragedi meledaknya pembangkit nuklir Chernobyl, dan terdapat juga pada babi liar di Jerman, sehingga banyak yang tidak lagi mengkonsumsi babi. Tingkat radiasi di laut mencapai 4.385 kali lebih tinggi dari jumlah standar, sehingga para nelayan dilarang berlayar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: