RSS

Semangka dan Tomat Partenokarpi

26 Mei

Partenokarpi merupakan mekanisme pembentukan buah tanpa melalui proses polinasi dan fertilisasi. partenokarpi dapat dilakukan dengan cara persilangan antara buah tetraploid dan buah diploid yang menghasilkan buah triploid. percobaan ini diujicobakan pada buah semangka.

Teknik pembentukan semangka tetraploid menurut Ihsan (2008) yaitu

  1. Menyiapkan bahan seperti biji semangka, kolkhisin, akuades steril, IAA, DMSO, alkohol 70%, dan kertas tisu. Alatnya erlenmenyer, batang pengaduk, dan pipet mikro.
  2. Biji semangka yang akan digunakan adalah biji yang sehat dan bernas. Mencuci biji dengan akuades steril dan memasukkannya ke dalam tabung erlemenyer.
  3. Merendam biji pada tingkat konsentrasi 0,5% dengan lama perendaman 35 jam.
  4. Sebelumnya, kolkhisin diencerkan dengan menggunakan alkohol 70%. Dengan cara menimbang 100 mg kolkhisin, kemudian dilarutkan dengan 100 ml alkohol 70% dalam tabung erlemenyer. IAA ditimbang 100 mg kemudian dilarutkan dalam 100 ml akuades steril dalam tabung erlemenyer. Larutan DMSO juga dilarutkan dengan akuades steril. Cara pelarutan DMSO diambil 0,1 ml dengan menggunakan pipet mikro kemudian dilarutkan dalam 100 ml akuades steril dalam tabung erlemenyer.Untuk membuat 100 ml larutan perendaman pada tingkat konsentrasi kolkisin dilakukan dengan cara Kolkhisin 0,5% yaitu 0,5 ml larutan stok kolkhisin + 0,1 ml larutan stok IAA + 2 ml larutan stok DMSO dilarutkan dalam 100 ml akuades steril.
  5. Menuang larutan perendam ke dalam tabung erlemenyer berisi biji semangka.
  6. Mengeluarkan biji yang telah direndam lalu meletakkannya di atas tisu setengah basah kemudian ditutup dengan tisu basah. Tisu diusahakan tidak terlalu basah agar biji tidak busuk. Mengecambahkan biji maksimal 2 hari dalam kotak inkubator dengan suhu 30-35⁰C dan kelembapan 80-85%.
  7. Setelah 2 hari pengecambahan, menanam biji yang telah tumbuh akarnya dalam polybag 10×15 dengan media tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  8. Menanam biji semangka di lapangan pada umur 24 hari setelah pengecambahan.
  9. Menanam bibit satu semaian per lubang tanam. Pemupukan dengan 450 Kg N, 375 P2O5 kg K2O/ha dilakukan 5-7 kali.

Untuk tomat partenokarpi dapat dilakukan dengan rekayasa genetika. Rekayasa genetik buah tanpa biji dilakukan dengan cara menyisipkan gen partenokarpi ke dalam kromosom tanaman target. Salah satu contoh gen partenokarpi adalah DefH9-iaaM. Gen ini dihasilkan oleh Dr. Rotino dan kawan-kawan dari Pusat Penelitian
Sayuran di Montanazo, Milan-Italia. Gen ini diisolasi dari bakteri Pseudomonas dan dapat mengekspresikan senyawa prekursor IAA (auksin) pada awal pembungaan di bagian bakal biji (ovul) dan plasenta. Senyawa ini dapat menggantikan peran biji pada proses pembentukan buah, sehingga tanaman dapat menghasilkan buah tanpa biji (Pardal, 2009).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2011 in Biomolekuler

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: