RSS

Pengantar – Salak Pondoh Partenokarpi

03 Jun

Di Indonesia terdapat berbagai kultivar salak dengan mutu buah yang beragam, salah satunya adalah salak pondoh yang berasal dari Sleman, yogyakarta. Salak ini bercita rasa manis tanpa asam, namun daging buahnya relatif tipis, sehingga banyak dikeluhkan oleh konsumen (Pardal, 2004).

Adanya keluhan ini, balai besar penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian melakukan  penelitian rekayasa genetika untuk menciptakan buah salak pondoh partenokarpi. Menurut Fauzi (2009), rekayasa genetika atau teknologi DNA rekombinan merupakan kumpulan teknik-teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan melipatgandakan suatu fragmen DNA dalam bentuk murninya. Rekayasa genetika bermanfaat diberbagai bidang kehidupan manusia, salah satunya di bidang pertanian.  Rekayasa genetika di bidang pertanian bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan suatu negara dengan cara meningkatkan produksi, kualitas, dan upaya penanganan pascapanen serta prosesing hasil pertanian.

Tren baru dalam budi daya buah-buahan adalah menghasilkan buah tanpa biji (seedless) atau biasa disebut partenokarpi. Buah tanpa biji dapat meningkatkan daya tarik konsumen, dan buah tanpa biji juga lebih mahal. Buah tanpa biji telah tersedia seperti anggur, melon, tomat, dan salak pondoh (Pardal, 2009).

Partenokarpi dapat dilakukan dengan cara persilangan maupun rekayasa genetika. Rekayasa genetik buah tanpa biji dilakukan dengan cara menyisipkan gen partenokarpi ke dalam kromosom tanaman. Salah satu contoh gen partenokarpi adalah DefH9-iaaM. Gen ini dihasilkan oleh Dr. Rotino dan kawan-kawan dari Pusat Penelitian Sayuran di Montanazo, Milan-Italia. Gen defH9-iaaM mengkodekan senyawa indolacetamide monoxigenase yang dapat dikonversi oleh triptofan menjadi indolacetamide (prekursor pembentukan auksin IAA) (Yamada (1985) dalam Pardal (2004).

Penelitian yang telah dilakukan oleh Pardal dan kawan-kawan mengenai buah partenokarpi adalah buah salak pondoh menggunakan vektor Agrobacterium tumefaciens. Kali ini penulis akan membahas mengenai prosedur terbentuknya salak pondoh partenokarpi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Juni 2011 in Bioteknologi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: