RSS

Sistem Jaringan Pembuluh pada Daun

07 Jun

SISTEM JARINGAN PEMBULUH

Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh helai daun membentuk system yang saling berkaitan, terletak dalam bidang median dan sejajar dengan permukaan daun. Berkas pembuluh dalam daun disebut tulang daun. Ada dua macam system tulang daun (Gambar 1), yaitu

TULANG DAUN

Gambar 1 Sistem jaringan pembuluh (tulang daun) pada daun Monokotil. (A) tulang daun pada daun rumput (B) tulang daun pada daun Zantedeschia (C-D) susunan berkas pembuluh pada penampang melintang ibu tulang daun (C) tangkai daun (D) daun Zantedeschia

  1. Sistem tulang daun jala,  Sistem ini merupakan sistem bercabang dan memiliki tulang daun lebih halus. Tulang daun tengah (ibu tulang daun atau costa) merupakan tulang daun paling tebal dan menghasilkan cabang tingkat satu, dua, dan seterusnya. Pola ini terdapat pada tumbuhan dikotil.
  2. Sistem tulang daun sejajar yaitu ujung dan pangkal daun berkas pembuluh akan bertemu. Pada sistem ini terdapat cabang halus yang berpola jala dan menghubungkan semua berkas pembuluh sejajar tersebut.  Pola ini terdapat pada tumbuhan monokotil.

Pada kedua system tulang daun di atas terdapat percabangan akhir yang paling halus dinamakan areolus.

Jumlah dan susunan jaringan berkas pembuluh pada tangkai daun dan tulang daun tengah berbeda-beda (Gambar 2). Di ujung cabang tulang daun yang makin kecil, jumlah jaringan pembuluhnya berkurang. Pada ujung berkas pembuluh di tempat lebih jauh diduduki oleh xylem, tetapi beberapa tanaman floem beriringan dengan xylem hingga ujung. Xilem ini terdiri dari trakeid pendek dan floem terdiri dari unsure tapis pendek dan ramping, diiringi oleh sel pengantar yang membesar.

Susunan jaringan pembuluh pada ibu tulang daun

Gambar 2 Susunan jaringan pembuluh pada ibu tulang daun (A,C,E,G) dan tangkai daun (B,D,FH) dikotil

Pada tumbuhan dikotil yang memiliki tulang daun kecil tertanam dalam mesofil dikelilingi oleh satu atau dua lapisan sel yang tersusun kompak dan membentuk seludang berkas pembuluh disebut seludang pembuluh. seludang pembuluh yang dihubungkan dengan epidermis melalui panel sel disebut perluasan seludang pembuluh (Gambar 3). Jika terjadi perluasan seludang pembuluh maka system tulang daun kurang kerapatannya dibandingkan dengan keadaan tanpa seludang pembuluh.

perluasan seludang pembuluh

Gambar 3 Daun Acer platanus. Penampang melintang menunjukkan peluasan seludang pembuluh

Tulang daun kecil ini disebut minor yang berperan dalam pengangukutan air dan makanan paling besar, sebagai penyebar arus transpirasi melalui mesofil dan berperan sebagai titik awal guna penyerapan hasil fotosintesis dan translokasinya ke luar daun. Pada tulang  daun minor terdapat sel parenkim floem dan parenkim xylem yang menonjol. Umumnya bersitoplasma padat dan mengandung banyak sekali plasmodesmata yang bercabang yang menghubungkan dengan unsur tapis. Sel bersitoplasma padat diartikan sebagai sel pengantar. Sel bersitoplasma kurang padat adalah parenkim floem yang berfungsi juga sebagai pemasukan hasil fotosintesis ke dalam tulang daun minor.

Sel yang padat dinamakan sel penengah berfungsi penengah mesofil dan unsure tapis dalam transfer hasil fotosintesis. Sel penengah dengan atau tanpa tonjolan berperan dalam pengambilan zat terlarut serta pemindahannya ke dalam unsure tapis baik bagi larutan yang berasal dari kegiatan fotosintesis maupun aliran arus transpirasi. Zat terlarut hasil fotosintesis dapat bergerak melalui simplas (pada sitoplasma) ke unsure tapis atau dapat masuk ke dalam dinding sel dan mengalami gerakan simplastik maupun apoplastik (terjadi di dinding sel bersama ruang antar sel) dalam perjalanannya menuju unsure tapis

tulang daun minor tumbuhan dikotil

(Gambar 4). Garis kontinu jakur simplastik, garis putus-putus jalur apoplastik. Anak panah jalur gerak bahan.

Pada tumbuhan dikotil yang memiliki tulang daun besar diselubungi jaringan dasar bukan sebagai mesofil tetapi membentuk rusuk yang biasanya berada di sebelah bawah helai daun. Di rusuk tersebut bisa ditemukan kolenkim atau sklerenkim di bawah epidermis.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juni 2013 in ANTUM

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: