RSS

Arsip Kategori: ANTUM

Praktikum Anatomi Tumbuhan Part3


Praktikum anatomi tumbuhan part 3 mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone Cab Kajuara sem IV masih dilaksanakan di SMP N 2 Sinjai Utara.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2014 in ANTUM

 

Tag: ,

Praktikum Anatomi Tumbuhan


Pelaksanaan praktikum anatomi tumbuhan yang kedua bertempat di SMPN 2 Sinjai. Terima kasih buat Kepala sekolah Drs. Arifuddin MM yang mengijinkan laboratorium biologinya dipakai. Terima kasih untuk ibu Faridah S.Pd dan ade Zhul…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2014 in ANTUM

 

Tag: , , , , , , , ,

PEMBENTUKAN BAKAL DAUN


PEMBENTUKAN BAKAL DAUN

Perkembangan bakal daun angiospermae terjadi di bawah protoderm dengan proses pembelahan periklinal segera diikuti pembelahan antiklinal. Terkadang protoderm membelah pun secara periklinal. Hasil pembelahan menghasilkan tonjolan kecil disebut penyangga daun. Lokasi pembelahan sel ditentukan oleh filotaksi tumbuhan yang bersangkutan. Bakal daun tumbuh menjadi lebih tinggi dengan membentuk suatu tonjolan kerucut di mana pada sisi bawah epidermis tumbuh dengan aktif sehingga menghasilkan lengkungan kea rah apeks pucuk.

Peningkatan lebar daun dimulai dari dasar daun kearah lateral sehingga mengelilingi meristem apeks yang berperan adalah pemula submarginal dengan pembelahan antiklinal secara berulang kali disebut meristem papan. di atas dasar daun, bakal daun berdiferensiasi menjadi tulang daun tengah dan dua helai daun. Pada daun yang bertangkai, tangkai berkembang di antara helai daun dan dasar daun. Tulang daun tengah bertambah tebal dengan pembelahan periklinal sehingga terjadi daerah meristem adaksial, begitu pun dengan tebalnya tangkai daun.

Jadi, pada bakal daun terdapat meristem apical di ujung, dua meristem marginal yang berhadapan di sepanjang sumbu.

Pertumbuhan awal daun di bagi menjadi dua, yakni

  1. Pertumbuhan apikal, Pertumbuhan ini terjadi di ujung oleh sel pemula apical dan mengakibatkan bakal daun menjadi lebih tinggi (panjang)
  2. Pertumbuhan marginal, Pertumbuhan ini diakibatkan oleh pemula marginal dan menghasilkan pelebaran lateral membentuk helai daun.

Pertumbuhan awal daun sebetulnya dikarenakan adanya meristem papan yang selnya mengalami pembelahan interkalar yang tersebar secara acak dan menyebabkan bertambahnya ukuran daun lalu diikuti pertumbuhan apeks dan tepi daun. Pembelahan sel sering terjadi daerah bawah apical sehingga menyebabkan bagian bawah daun melebar.

asal muasal primordium (bakal daun)

 

Gambar asal muasal bakal daun. A-D penampang memanjang, E-H penampang melintang, A-B bakal daun muncul dengan pembesaran dan pembelahan periklinal. C-D pertumbuhan bakal daun. E bakal daun sebelum inisiasi helai daun. F pertumbuhan helai daun.

pertumbuhan daun dikotil

 

Pertumbuhan Daun Dikotil

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Juni 2013 in ANTUM

 

Tag: , , , , , , , , ,

Sistem Jaringan Pembuluh pada Daun


SISTEM JARINGAN PEMBULUH

Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh helai daun membentuk system yang saling berkaitan, terletak dalam bidang median dan sejajar dengan permukaan daun. Berkas pembuluh dalam daun disebut tulang daun. Ada dua macam system tulang daun (Gambar 1), yaitu

TULANG DAUN

Gambar 1 Sistem jaringan pembuluh (tulang daun) pada daun Monokotil. (A) tulang daun pada daun rumput (B) tulang daun pada daun Zantedeschia (C-D) susunan berkas pembuluh pada penampang melintang ibu tulang daun (C) tangkai daun (D) daun Zantedeschia

  1. Sistem tulang daun jala,  Sistem ini merupakan sistem bercabang dan memiliki tulang daun lebih halus. Tulang daun tengah (ibu tulang daun atau costa) merupakan tulang daun paling tebal dan menghasilkan cabang tingkat satu, dua, dan seterusnya. Pola ini terdapat pada tumbuhan dikotil.
  2. Sistem tulang daun sejajar yaitu ujung dan pangkal daun berkas pembuluh akan bertemu. Pada sistem ini terdapat cabang halus yang berpola jala dan menghubungkan semua berkas pembuluh sejajar tersebut.  Pola ini terdapat pada tumbuhan monokotil.

Pada kedua system tulang daun di atas terdapat percabangan akhir yang paling halus dinamakan areolus.

Jumlah dan susunan jaringan berkas pembuluh pada tangkai daun dan tulang daun tengah berbeda-beda (Gambar 2). Di ujung cabang tulang daun yang makin kecil, jumlah jaringan pembuluhnya berkurang. Pada ujung berkas pembuluh di tempat lebih jauh diduduki oleh xylem, tetapi beberapa tanaman floem beriringan dengan xylem hingga ujung. Xilem ini terdiri dari trakeid pendek dan floem terdiri dari unsure tapis pendek dan ramping, diiringi oleh sel pengantar yang membesar.

Susunan jaringan pembuluh pada ibu tulang daun

Gambar 2 Susunan jaringan pembuluh pada ibu tulang daun (A,C,E,G) dan tangkai daun (B,D,FH) dikotil

Pada tumbuhan dikotil yang memiliki tulang daun kecil tertanam dalam mesofil dikelilingi oleh satu atau dua lapisan sel yang tersusun kompak dan membentuk seludang berkas pembuluh disebut seludang pembuluh. seludang pembuluh yang dihubungkan dengan epidermis melalui panel sel disebut perluasan seludang pembuluh (Gambar 3). Jika terjadi perluasan seludang pembuluh maka system tulang daun kurang kerapatannya dibandingkan dengan keadaan tanpa seludang pembuluh.

perluasan seludang pembuluh

Gambar 3 Daun Acer platanus. Penampang melintang menunjukkan peluasan seludang pembuluh

Tulang daun kecil ini disebut minor yang berperan dalam pengangukutan air dan makanan paling besar, sebagai penyebar arus transpirasi melalui mesofil dan berperan sebagai titik awal guna penyerapan hasil fotosintesis dan translokasinya ke luar daun. Pada tulang  daun minor terdapat sel parenkim floem dan parenkim xylem yang menonjol. Umumnya bersitoplasma padat dan mengandung banyak sekali plasmodesmata yang bercabang yang menghubungkan dengan unsur tapis. Sel bersitoplasma padat diartikan sebagai sel pengantar. Sel bersitoplasma kurang padat adalah parenkim floem yang berfungsi juga sebagai pemasukan hasil fotosintesis ke dalam tulang daun minor.

Sel yang padat dinamakan sel penengah berfungsi penengah mesofil dan unsure tapis dalam transfer hasil fotosintesis. Sel penengah dengan atau tanpa tonjolan berperan dalam pengambilan zat terlarut serta pemindahannya ke dalam unsure tapis baik bagi larutan yang berasal dari kegiatan fotosintesis maupun aliran arus transpirasi. Zat terlarut hasil fotosintesis dapat bergerak melalui simplas (pada sitoplasma) ke unsure tapis atau dapat masuk ke dalam dinding sel dan mengalami gerakan simplastik maupun apoplastik (terjadi di dinding sel bersama ruang antar sel) dalam perjalanannya menuju unsure tapis

tulang daun minor tumbuhan dikotil

(Gambar 4). Garis kontinu jakur simplastik, garis putus-putus jalur apoplastik. Anak panah jalur gerak bahan.

Pada tumbuhan dikotil yang memiliki tulang daun besar diselubungi jaringan dasar bukan sebagai mesofil tetapi membentuk rusuk yang biasanya berada di sebelah bawah helai daun. Di rusuk tersebut bisa ditemukan kolenkim atau sklerenkim di bawah epidermis.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juni 2013 in ANTUM

 

Tag: , , , , , , , , ,

MESOFIL DAUN


MESOFIL

Mesofil banyak mengandung kloroplas dan ruang antar sel. mesofil bersifat homogen dan terdiri dari jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (bunga karang).

a)     Jaringan tiang terdiri dari sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai daun, selnya agak rapat namun saling terpisah sehingga udara dalam ruang antar sel tetap mencapai sisi panjang sel tersebut. Pada jaringan tiang merupakan tempat paling banyak ditemukan kloroplas. Kloroplas ini melekat di tepi dinding sel. Pada daun terdapat 1-2 lapisan jaringan tiang. tanaman yang hidup di tanah berkadar air tanah tinggi, jaringan tiangnya berada di sebelah atas (adaksial) disebut dorsiventral atau bifasial (bermuka dua). Jika jaringan tiang berada di kedua muka disebut unifasial atau isobilateral (isolateral), misalnya tanaman xerofitik. Jaringan tiang yang terspesialisasi mengakibatkan proses fotosintesis lebih efisien diakibatkan jumlah kloroplas yang meningkat dan dimensi daerah permukaan bebas, mengingat volume ruang antar selnya dalam jaringan tiang sempit.jika dilihat dari hubungan antara sel-sel yang berdampingan, jaringan tiang tegak lurus terhadap permukaan.

b)    Jaringan spons memiliki ruang antar sel yang luas. Jika jaringan tiang berada disebelah atas, maka jaringan spons berada di bagian bawah. jaringan spons terdiri dari sel bercabang yang tak teratur bentuknya. Dilihat dari hubungan antara sel-sel yang berdampingan, maka jaringan spons memiliki kesinambungan horisontal yang sejajar dengan permukaan daun dan memiliki luas permukaan internal bebas yang kecil.

Ruang antar sel pada mesofil dibentuk secara sizogen, kadang-kadang lisigen. Secara sizogen terjadi pada saat dinding primer dibentuk di antara dua sel anak yang baru, lamella tengah di antara kedua dinding baru berhubungan hanya dengan dinding primer sel induk dan tidak menyentuh lamella tengah antara dinding sel induk dan sel disebelahnya. sebuah ruang kecil terbentuk ditempat hubungan lamella tengah dengan dinding sel induk. bagian dinding sel induk yang berhadapan dengan ruang kecil tersebut menjadi rusak sehingga terbentuk ruang antar sel yang dapat meluas dengan terbentuknya ruang antar sel yang serupa pada sel di sebelahnya. ruang antar selsel dilapisi oleh senyawa yang berasal dari lamella tengah. Secara lisigen dibentuk dengan merusak sel utuh, misalnya ruang antarsel batang tumbuhan air.

Dipahami dari buku Estiti B Hidayat

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Juni 2013 in ANTUM

 

Tag: , , , , , , , ,