RSS

Arsip Kategori: Metodologi Ilmiah

VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIAN KUALITATIF


Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Macam-macam validitas yaitu

  1. Validitas internal berkenaan dengan akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai.
  2. Validitas eksternal berkenaan dengan derajad akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi di mana sampel tersebut diambil.

Reliabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Data dinyatakan reliabel bila peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama.

Untuk mendapatkan data yang valid, reliabel, dan obyektif dalam penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. Sedangkan data atau temuan dalam penelitian kualitatif dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Uji kebsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, validitas internal, validitas eksternal, reliabilitas, obyektivitas.

Uji kredibilitas data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi (triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan teknik triangulasi waktu), diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check.

Pengujian transferability berkenaan dengan pertanyaan hingga mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi lain. Pengujian dependability disebut relibialitas yaitu mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Pengujian konfirmability atau uji obyektivitas penelitian yaitu obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang.

Dirangkum dari buku Prof.Dr.Sugiyono

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: ,

TEKNIK ANALISIS DATA


Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis data kualitatif bersifat induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh dan berlangsung selama proses pengumpulan data.

            Proses analisis data kualitatif yaitu

  1.  Menganalisis sebelum di lapangan
  2.  Menganalisis selama di lapangan model Miles and Huberman

Komponen dalam analisis data yaitu

  1. Reduksi data yakni data yang telah diperoleh direduksi sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data.
  2. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya.
  3. Ferifikasi dan penarikan kesimpulan merupakan temuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas.

Tahapan analisis data penelitian kualitatif yaitu analisis domain yang menggunakan lembaran kerja analisis domain, analisis taksonomi merupakan keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan domain yang telah ditetapkan,  analisis komponensial merupakan domain yang telah ditetapkan menjadi fokus, dan analisis tema kultural yang mengintegrasikan lintas domain yang ada.

Dirangkum dari buku Prof.Dr. Sugiyono

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , ,

INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Kualitas hasil penelitian dipengaruhi oleh kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Sehingga peneliti itu harus divalidasi seberapa jauh ia siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.

Teknik pengumpulan data merupakan lanhkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Dilihat dari settingnya, data dikumpulkan pada setting alamiah. Bila dari sumber datanya, pengumpulan data menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Dilihat dari segi cara maka dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan gabungan keempatnya.

Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

            Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Macam-macam observasi yaitu

  1. Observasi partisipatif

Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan, dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka. Observasi ini digolongkan menjadi partisipasi pasif, partisipasi moderet, observasi yang terus terang atau tersamar, dan observasi lengkap.

  1. Observasi terus terang atau tersamar

Peneliti menyatakan terus terang kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian.

  1. Observasi tak berstruktur

Observasi ini dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Peneliti dapat melakukan pengamatan bebas.

Observasi bermanfaat agar peneliti memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, mendapatkan pengalaman langsung, melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, menemukan hal-hal yang tidak akan terungkapkan oleh responden dalam wawancara, menemukan hal-hal diluar persepsi responden, memperoleh kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi sosial yang diteliti. Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yaitu tempat, pelaku, dan aktivitas, space, obyek, act, event, time, goal, dan feeling. Tahapan observasi yaitu

  1. Observasi deskriptif dilakukan saat memasuki situasi sosial sebagai obyek penelitian.
  2. Observasi terfokus dilakukan saat analisis taksonomi
  3. Observasi terseleksi dilakukan setelah peneliti menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci.

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Teknik pengumpulannya berdasar pada laporan tentang diri sendiri atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan keyakinan pribadi. Dalam penelitian kualitatif sering menggabungkan teknik observasi partisipatif dengan wawancara mendalam.

Macam-macam wawancara yaitu

  1. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila telah mengetahui informasi yang akan diperoleh.
  2. Wawancara semiterstruktur digunakan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.
  3. Wawancara tak terstruktur digunakan saat penelitian pendahuluan atau malahan penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti.

 Langkah-langkah wawancara dalam penelitian kualitatif yaitu

  1. Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
  2. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
  3. Mengawali atau membuka alur wawancara
  4. Melangsungkan alur wawancara
  5. Mengkonfirmasikan ihtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
  6. Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan
  7. Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara yaitu

  1. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
  2. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
  3. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
  4. Pertanyaan tentang pengetahuan
  5. Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
  6. Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi.

 Alat-alat wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.

Dokumen adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Teknik pengumpulan data dengan dokumen akan lebih kredibel bila didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, sekolah, tempat kerja, masyarakat, dan autobiografi. Akan tetapi tidak semua dokumen memiliki kredibel yang tinggi.

Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi teknik adalah peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.

Disadur dari buku Prof.Dr.Sugiyono

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , , , , , , , ,

MASALAH, FOKUS, JUDUL PENELITIAN, DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF


Masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara, tentatif dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan. Ada tiga kemungkinan masalah dalam penelitian ini yaitu pertama masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama. Kedua masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disiapkan. Ketiga masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus ganti masalah.

            Empat alternatif untuk menetapkan fokus penelitian yaitu

  1. Menetapkan fokus pada permasalahan yang disarankan oleh informan.

  2. Menetapkan fokus berdasarkan domain-domain tertentu organizing domain.

  3. Menetapkan fokus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek.

  4. Menetapkan fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada.

Rumusan masalah merupakan bentuk pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk mengumpulkan data di lapangan. Tiga bentuk rumusan masalah yaitu

  1. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam.

  2. Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara koteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang lain.

  3. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lainnya. Rumusan masalah asosiatif dibagi menjadi tiga yaitu

  4. Hubungan simetris adalah hubungan suatu gejala yang munculnya bersamaan sehingga bukan merupakan hubungan sebab akibat atau interaktif,

  5. Kausal adalah hubungan yang bersifat sebab dan akibat dan

  6. Reciprocal atau interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi.

Judul dalam penelitian kualitatif dirumuskan dalam proposal masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah memasuki lapangan. Tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi sosial secara luas dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori.

Penelitian kualitatif bersifat holistik dan menemukan teori, jumlah teori yang yang harus dimiliki oleh peneliti jauh lebih banyak karena harus disesuaikan dengan fenomena yang berkembang di lapangan. Peneliti kualitatif dituntut untuk memiliki wawasan yang terkait dengan konteks sosial yang diteliti yang berupa nilai, budaya, keyakinan, hukum, adat istiadat yang terjadi dan berkembang pada konteks sosial tersebut.

Disadur dari buku Prof.Dr.Sugiyono

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , , , ,

MASALAH, VARIABEL DAN PARADIGMA PENELITIAN


Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian

Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada stu variabel atau lebih.

Komparatif

Rumusan komparatif adalah membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/timbal balik.

            Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

            Macam-macam variabel yaitu

  1. variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya.
  2. variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel independen
  3. variabel moderator merupakan variabel yang mempengaruhi variabel independen dan dependen
  4. variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
  5. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

Paradigma penelitian adalah pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Bentuk-bentuk paradigma penelitian yaitu

  1. Paradigma sederhana terdiri atas satu variabel independen dan dependen
  2. Paradigma sederhana berurutan terdiri dari lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana
  3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen yang terdiri dari dua variabel independen dan satu dependen.
  4. Paradigma ganda dengan tiga variabel independen
  5. Paradigma ganda dengan dua variabel dependen
  6. Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen
  7. Paradigma jalur

Untuk menemukan masalah dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis masalah, yaitu dengan bantuan menyusun ke dalam pohon masalah.

Disadur dari Buku Prof. Dr.Sugiyono

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , , , ,

ANALISIS DATA


Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.

Kegiatan dalam analisis data adalah

  1. Mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden
  2. Mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden
  3. Menyajikan data tiap variabel yang diteliti
  4. Melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan maslah
  5. Melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Statistik deskriptif yaitu penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan persentase.

Statistik inferensial adalah teknik statistik untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random.

Signifikansi adalah kemampuan untuk digeneralisasikan dengan keslahan tertentu

Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Pengujian parameter melalui statistik dinamakan uji hipotesis statistik. Statistik ini banyak digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. Statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. Statistik ini digunakan untuk menganalisis data nominal, dan ordinal.

Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan maslah penelitian. Hipotesis nol (Ho) adalah pernyataan tidak adanya perbedaan antara parameter dengan statistik. Hipotesis alternatif (Ha) adalah perbedaan antara parameter dan statistik. Cara menaksir yaitu a point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai dari rata-rata data sampel. Interval estimate (taksiran interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval rata-rata data sampel.

Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate.

Dua kesalahan dalam menguji hipotesis yaitu

  1. Kesalahan tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol yang benar. Tingkat kesalahan dinyatakan dengan α.
  2. Kesalahan tipe II, adalah kesalahan bila menerima hipotesis yang salah. Tingkat kesalahan dinyatakan dengan β.

Macam pengujian hipotesis yaitu

  1. Uji dua pihak digunakan bila hipotesis nol berbunyi sama dengan dan hipotesis alternatifnya berbunyi tidak sama.
  2. Pihak kanan digunakan apabila hipotesis nol berbunyi lebih kecil atau sama dengan dan hipotesis alternatifnya berbunyi lebih besar.
  3. Pihak kiri digunakan apabila hipotesis nol berbunyi lebih besar atau sama dengan dan hipotesis alternatifnya berbunyi lebih kecil.

Disadur dari buku Prof.Dr.Sugiyono

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: , , ,

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Data hasil penelitian dipengaruhi oleh kualitas instrumen dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untk mengumpulkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara.

Pengumpulan data berdasarkan tekniknya yaitu

Interview (wawancara)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Wawancara dapat dilakukan secara

Wawancara terstruktur

Jenis ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

Wawancara tidak terstruktur

Jenis ini merupakan wawancara bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Wawancara ini digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden.

1. Angket (kuesioner)

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Beberapa prinsip penulisan angket yaitu

  1. Isi dan tujuan pertanyaan
  2. Bahasa yang digunakan
  3. Tipe dan bentuk pertanyaan
  4. Pertanyaan tidak mendua
  5. Tidak menanyakan yang sudah lupa
  6. Pertanyaan tidak menggiring
  7. Panjang pertanyaan
  8. Urutan pertanyaan
  9. Prinsip pengukuran
  10. Penampilan fisik angket
  11. Observasi

Observasi sebagi teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Observasi dapat dibedakan yaitu

2. Observasi berperanserta

Data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

3. Observasi non partisipan

Peneliti tidak terlibat langsung, hanya sebagai pengamat independen. Tidak mendapatkan data yang mendalam, dan tidak sampai pada tingkat makna. Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Observasi ini dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati. Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati.

Disadur dari buku Prof.Dr. Sugiyono

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2011 in Metodologi Ilmiah

 

Tag: