RSS

Arsip Tag: mikrobia

Perlukah Mikrobia Dikendalikan


Mikroba perlu dikendalikan karena mikroba itu ukurannya sangat renik sehingga sulit untuk membedakannya. Untuk membedakannya,  maka perlu mematikan mikroba yang tak diinginkan, dan menumbuhkan mikroba yang diinginkan. Mencegah lebih baik karena jika sudah terinfeksi bukan hanya mikroba yang mati tap jaringan lain mengalami kerusakan.

Beberapa istilah

  1. Biosida merupakan suatu senyawa yang digunakan untuk membunuh semua makhluk hidup secara biologi
  2. Germisida merupakan suatu senyawa yang digunakan untuk membunuh kuman (merusak dinding sel)
  3. Bakteriostasis yaitu bahan kimia yang diberikan pada suatu bahan pangan yang terkena bakteri yang hanya menghambat pertumbuhan tapi tidak mati dengan cara menginaktivasi enzim polimerase. Misalnya ikan yang mengandung bakteri disimpan di freezer, bakteri tersebut akan in aktif (sintesis DNAnya terhambat). Namun jika dikeluarkan dari freezer, ikan tersebut membusuk setelah 4 jam sesudah dikeluarkan
  4. Bakteriosida yaitu membunuh bakteri
  5. Asepsis yaitu tidak ada pertumbuhan
  6. Sterilisasi yaitu menghancurkan seluruh sel hidup termasuk endospora
  7. Desinfeksi yaitu menghancurkan sel-sel yang hidup
  8. Antisepsi yaitu menginfeksi jaringan hidup. Misalnya yang terdapat pada sabun mandi
  9. Sepsis yaitu merujuk pada kontaminasi mikroba
  10. Antiseptik yaitu membunuh kuman pada sutu tempat

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan yaitu jumlah mikroba, pengaruh lingkungan, waktu pendedahan (waktu yang digunakan untuk pemberian bahan kimia), dan karakteristik mikroba.

Metode yang digunakan untuk pengendalian yaitu secara fisik, kimia, dan biologi.

Secara Fisika

  1. Filtrasi yaitu pengendalian dengan menggunakan saringan yang terbentuk dari kuarsa yang dapat menyaring bakteri yang berukuran hingga 8-0,2 mm. filtrasi digunakan pada vaksin, udara yang difiltrasi, penggunaan AC plasmacluster, panas kering (ose), oven, dan panas lembab dengan menggunakan autoklaf atau boiling (mendidihkan).
  2. Pasteurisasi, misalnya susu dipateurisasi pada suhu 17⁰C selama 15 detik
  3. Pendingin dengan suhu -20⁰C sampai -70⁰C dan bisa tahan 3 tahun.
  4. Radiasi UV yang biasa ditemukan di depot air minum isi ulang yang memakai 260 nm UV bisa membunuhkuman (DNAnya akan hancur), dikamar operasi (sebelum operasi, kamar tersebut diradiasi UV untuk membunuh kuman), dan air yang disimpan didestilasi
  5. Radiasi ionisasi digunakan pada bahan atau alat yang tidak dapat disterilisasi. Radiasi ionisasi digunakan saat rontgen (namun sel-sel di tubuh kita banyak yang mati)

 

1                                 2                               3                            4

5

Secara kimia

  1. Halogen. Kelompok halogen yaitu klorin, iodin, fluorin (gas berbahaya), dan brominen (gas berbahaya). Iodin yang dilarutkan dalam akuades (betadine). Iodin yang dilarutkan dalam alkohol (iodin). Klorin dapat digunakan di tangan, larutan, dan permukaan barang mainan. Klorin memiliki pH 1 hingga 7. Klorin tidak stabil jika terkena cahaya. Iodin dapat digunakan di tangan, larutan, instrumen (alat), dan permukaan barang namun bisa merusak.
  2. Alkohol 70%-90% dapat digunakan di tangan, instrumen, dan permukaan alat.
  3. Detergen. Detergen mengandung NaOH terdapat di sabun dan cat. Sabun dapat merusak phospolipid bakteri atau kuman.
  4. Phenol. Phenol ini rumit penggunaannya

Secara biologi dengan antibiotik. Antibiotik merupakan bahan kimia yang dihasilkan oleh mikroba untuk membunuh mikroba lain pada makhluk hidup. Antibiotik ini membunuh targetnya di dalam sel. Arang yang tidak menjadi debu ditumbuk lalu diminum dapat menyerap gas. Luka kecil dapat diobati cepat dengan air ludah, karena air ludah mengandung lisozim.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 April 2011 in Mikrobiologi

 

Tag: , , , ,

Mikrobiologi Tanah


Di tanah terdapat milyaran mikrobia misalnya bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Tanah merupakan lingkungan hidup yang amat kompleks. Kotoran dan jasad hewan serta jaringan tumbuhan akan terkubur dalam tanah. Semuanya memberi konstribusi dalam menyuburkan tanah. Proses penyuburan tanah ini dibantu oleh mikrobia. Tanpa mikrobia, semua jasad tidak akan hancur. Salut untuk mikrobia tanah yang mampu menyeimbangkan kelangsungan hidup di bumi. Jumlah dan jenis mikrobia dalam tanah bergantung pada jumlah dan jenis, kelembaban, tingkat aerasi, suhu, pH, dan pengolahan dapat menambah jumlah mikrobia tanah.

Mikrobia tanah berupa bakteri melalui metode hitungan mikroskopik langsung berjumlah milyaran setiap gram tanah, sedangkan hitungan agar cawan diperoleh jutaan. Bakteri umumnya bersifat heterotrof. Contohnya Actinomycetes yang mencakup jenis-jenis Nocardia, Streptomyces, dan Micromonospora. Organisme ini yang menyebabkan bau khas tanah. Actinomycetes berperan menambah kesuburan tanah dengan mengurai senyawa-senyawa kompleks dan mampu membentuk senyawa antibiotik namun jumlahnya sedikit. Antibiotik ini terdapat di sekitar sel-sel Actinomycetes saja. Sedangkan Cyanobacteria berperan dalam transformasi batu-batuan menjadi tanah dan asam-asam yang terbentuk dalam proses metabolisme dapat melarutkan mineral-mineral bebatuan.

Fungi berjumlah antara ratusan sampai ribuan per gram tanah. Fungi berperan dalam meningkatkan struktur fisik tanah dan dekomposisi bahan-bahan organik kompleks dari jaringan tumbuhan seperti selulosa, lignin, dan pektin. Contohnya Penicillium, Mucor, Rhizopus, Fusarium, Cladosporium, Aspergillus, dan Trichomonas.

Populasi alga lebih sedikit dibanding fungi dan bakteri. Alga berperan dalam mengakumulasi bahan-bahan organik akibat aktivitas fotosintetik dan bila berasosiasi dengan fungi akan merombak bebatuan menjadi tanah. Misalnya Chlorophyta (alga hijau) dan Chrysophyta (diatom).

Rhizosfer merupakan tempat pertemuan antara tanah dengan akar tumbuhan. Jumlah mikrobia di daerah perakaran lebih banyak dibanding tanah yang tidak terdapat perakaran, karena di daerah perakaran terdapat nutrien-nutrien seperti asam amino dan vitamin yang disekresikan oleh jaringan akar.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 14 April 2011 in Mikrobiologi

 

Tag: , , , ,